![]() |
| Gambar PRRI (Sumber : Tribunnews) |
Perjuangan Bangsa Indonesia dalam Menghadapi Ancaman Disintegrasi (Perpecahan)
Pergolakan dan pemberontakan
terjadi pasca kemerdekaan tahun 1945 Republik Indonesia. Keinginan suatu
kelompok untuk mengubah ideologi hingga tidak puas dengan sistem pemerintahan
Indonesia. Sejarah pemberontakan ini terjadi di Indonesia mulai tahun 1948
hingga 1965. Ada tiga bentuk pergolakan dan pemberontakan yang terjadi di
bangsa ini, yaitu:
Pemberontakan yang berkaitan dengan Ideologi
Tentunya pemberontakan yang terjadi
berkaitan erat dengan ideologi. Semisal pemberontakan PKI Madiun, pemberontakan
DI/TII, dan peristiwa G30S/PKI atau GESTAPU. Ideologi yang diusung oleh PKI
tentu saja ingin mengubah ideologi bangsa ini menjadi negara komunis, sedangkan
pemberontakan DI/TII berlangsung dengan membawa ideologi agama yaitu agama
Islam.
Menurut
Herbert Feith, seorang akademisi Australia, seorang politik besar yang terdapat
di Indonesia pada masa pasca kemerdekaan (dilihat sejak Pemilu 1955) terbagi
dalam lima kelompok, yaitu:
Pemberontakan yang berkaitan dengan
Kepentingan (Vested Interest)
- Kelompok nasionalisme radikal seperti PNI (Partai Nasional Indonesia)
- Kelompok islam seperti NU dan Masyumi (Majelis Syuro Muslimin Indonesia)
- Kelompok komunis seperti PKI (Partai Komunis Indonesia)
- Kelompok sosialime demokrat seperti PSI (Partai Sosialis Indonesia)
- Kelompok tradidionalis Jawa seperti PIR (Partai Indonesia Raya), kelompok teosofis/kebatinan, dan birokrat pemerintah/pamong praja.
Pemberontakan yang berkaitan dengan
Kepentingan (Vested Interest)
Vested interest merupakan kepentingan yang tertanam dengan kuat
pada suatu kelompok. Yang termasuk dalam kategori ini adalah pemberontakan
APRA, RMS, dan Andi Aziz.
Pemberontakan yang berkaitan dengan Sistem Pemerintahan
Masalah yang berhubungan dengan
negara federal mulai timbul ketika berdasarkan perjanjian Linggajati, Indonesia
disepakati akan berbentuk negara serikat atau federal dengan nama Republik
Indonesia Serikat (RIS). Negara federal lainnya semisal Negara Pasundan, Negara
Madura, Negara Indonesia Timur, dan lain-lain. Yang termasuk dalam kategori ni
adaalah persoalan negara federal dan BFO (Bijeenkomst
Federal Overleg), serta pemberontakan PRRI dan Permesta. Pemberontakan ini
terjadi akibat dari adanya ketidakpuasaan beberapa daerah di wilayah Indonesia
terhadap kebijakan pemerintahan pusat yang dinilai tidak adil dan condong ke
kiri (komunis).
Semoga Bermanfaat 😃
