Pengertian Promosi dan Peralatan serta Perlengkapan Promosi
Promosi merupakan elemen penting dalam pemasaran. Setelah memproduksi berbagai barang atau jasa yang dibutuhkan konsumen, perusahaan dapat memperkenalkan produk-produk tersebut kepada konsumen melalui kegiatan promosi. Promosi berperan dalam menyampaikan informasi terkait manfaat dan kelebihan suatu produk atau jasa sehingga dapat memengaruhi keputusan pembelian oleh konsumen.
1. Pengertian Promosi
Promosi adalah upaya
untuk memberitahukan atau menawarkan produk dengan tujuan menarik calon
konsumen untuk membeli atau mengonsumsinya. Adapun pengertian promosi menurut
para ahli, antara lain sebagai berikut.
a. Menurut Buchari Alma, promosi adalah suatu
aktivitas pemasaran dalam rangka menyebarkan informasi, memengaruhi, dan
mengingatkan pasar sasaran terhadap perusahaan dan produknya agar bersedia
menerima dan membeli produk yang ditawarkan.
b. Menurut Sistaningrum, promosi adalah suatu upaya
atau kegiatan perusahaan dalam memengaruhi konsumen aktual ataupun konsumen
potensial agar mereka mau melakukan pembelian terhadap produk yang di tawarkan,
baik pada saat ini maupun pada masa yang akan datang. Konsumen aktual adalah
konsumen yang langsung membeli produk yang ditawarkan pada saat atau setelah
promosi produk tersebut dilakukan. Sementara itu, konsumen potensial adalah
komsumen yang beriminat melakukan pembelian terhadap produk yang ditawarkan
perusahaan pada masa yang akan datang.
c. Menurut Kotler, promosi adalah bagian dan proses
strategi pemasaran sebagai cara untuk berkomunikasi dengan pasar dngan
menggunaka komposisi.
2.
Tujuan dan Manfaat Promosi
Berikut adalah tujuan
dan manfaat dari kegiatan promosi.
a.
Tujuan Promosi
Tujuan utama dari promosi adalah menginformasikan,
membujuk dan mengingatkan konsumen sasaran tengan perusahaan dan bauran
pemasarannya. Berikut adalah penjelasan dari tujuan utama promosi.
1) Menginformasikan konsumen sasaran (informing), yaitu
meliputi hal hal sebagai berikut.
a)
Keberadaan
suatu produk baru
b)
Cara
pemakaian yang baru dari suatu produk
c)
Perubahan
harga
d)
Cara
kerja suatu produk
e)
Jasa
jasa yang disediakan oleh perusahaan
f)
Kesan
kesan yang keliru selama ini terhadap produl
g)
Ketakutan/kekhawatiran
konsumen terhadap produk
h)
Citra
perusahaan
i)
Perubahan
kemasan
2) Membujuk konsumen sasaran (persuading), yaitu meliputi
hal hal sebagai berikut
a) Membentuk pilihal merek
b) Mengalihkan pilihan ke merek tertentu
c) Mengubah presepsi konsumen terhadap atribut produk
d) Mengubah presepsi konsumen terhadap atribut produk
e) Mendorong konsumen untuk belanja saat itu juga
f) Mendorong konsumen untuk menerima kunjungan
3) Mengingatkan konsumen sasaran (reminding), yaitu meliputi
hal hal sebagai berikut
a) Mengingatkan konsumen bahwa produk yang bersangkutan
dibutuhkan dalam waktu dekat
b) Mengingatkan konsumen mengenai tempat tempat yang menjual
produk perusahaan
c) Membuat konsumen tetap ingat pada produk perusahaan walaupun tidak ada kampante
iklan.
d) Menjaga agar ingatan pertama konsumen jatur pada produk perusahaan.
Contohnya, apabila konsumen ingin membeli sabun mandi,, di harapkan ingatan
pertamanaya adalah merek sabun yang diproduksi perusahaan
b.
Manfaat
promosi
Promosi memiliki beberapa manfaat, diantaranya sebagai
berikut
1) Menjaga
loyalitas konsumen (customer loyalty)
Promosi produk yang dilakukan perusahaan dapat
meningkatkan loyalitas konsumen terhadap produk perusahaan. Dengan demikian,
para konsumen tidak beralih ke produk pesaing.
2) Sebagai media komunikasi
Promosi merupakan salah satu media komunikasi yang
membantu perusahan menyampaikan informasi produk kepada konsumen. Selain itu,
promosi juga dapat memberikan informasi kepada perusahaan mengenai jenis produk
yang diminati oleh masyarakat.
3) Mempertahankan posisi di pasar
Promosi merupakan salah satu cara yang paling efektif
untuk mempertahankan posisi produk dari serangan produk produk pesaing. Dengan
prososi yang gencar, produk perusahaan akan tetap diminati dan mendapat tempat
di kalangan masyarakat.
4) Menciptakan pembelian ulang
Dengan melakukan prosmi, sebuah perusaan akan mendapatkan
konsumen baru sekaligus mempertahankan kesetiaan konsumen lama. Promosi yang
gencar akan membuat konsumen lama tetap melakukan pembelian ulang atas produk
yang di hasilkan perusahaan.
5) Meningkatkan penjualan
Promosi produk sering digunakan sebagai salah satu cara
untuk meningkatkan permintaan atau penjualan barang dan jasa yang ditawarkan.
Selain itu, kegiatan promosi juga memudahkan perencanaan strategi pemasaran
berikutnya. Jadi, perusahaan dapat berkomunikasi langsung dengan calon konsumen
melalui kegiatan promosi.
3.
Alat-Alat Promosi
Dalam
melakukan promosi produk, diperlukan berbagai alat promosi agar pesan yang
hendak disampaikan kepada konsumen dapat diterima dengan baik. Menurut Kotler
dan Amstrong, ada empat alat promosi yang dapat digunakan oleh
perusahaan, yaitu periklanan (adverstising), promosi penjualan (sales
promation), hubungan masyarakat (public relation), dan penjualan perorangan
(personal selling). Berikut adalah penjelasan keempat keempat alat promosi
tersebut.
a.
Periklanan
(Adverstising)
Iklan adalah informasi atau pesan yang isinya membujuk
dan mendorong khalayak agar tertarik pada barang atau jasa yang ditawarkan
perusahaan. Adapun yang dimaksud dengan periklanan adalah seluruh proses yang
meliputi persiapan, perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan iklan.
1) Fungsi iklan
Menurut Terance A. Shimp (2000:261), periklanan
mempunyai fungsi komunikasi yang sangat penting bagi perusahaan, yaitu sebagai
berikut.
a) Menginformasikan (informing)
Iklan dapat memberikan informasi keberadaan produk yang
ditawarkan, menambah pengetahuan konsumen tentang manfaat produk yang
ditawarkan, dan informasi lain yang berkaitan dengan produk.
b) Membujuk atau memengaruhi (persuading)
Iklan tidak hanya
memberikan infomasi, tetapi juga membujuk, memengaruhi, dan mengarahkan
konsumen untuk melakukan pembelian.
c) Mengingatkan (reminding)
Iklan dapat menjaga suatu produk tetap segar dalam
ingatan konsmen. Iklan yang efektif juga dapat meningkatkan minat konsumen
terhadap produk yang sudah ada dan menjaga loyalitas mereka terhadap produk.
d) Memberikan nilai tambah (adding value)
Dengan memengaruhi persepsi konsumen, iklan dapat
memberikan nilai tambah pada produk. Dalam hal ini, iklan dapat membuat produk
dipandang lebih elegan, bergaya, bergengsi, dan unggul daripada produk lain
yang sejenis.
e) Mendampingi (assisting)
Iklan merupakan media pendamping, yakni iklan
memfasilitasi upaya upaya perusahaan dalam prosues komunikasi pemasaran.
Contohnya, iklan digunakan sebagai alat komunikasi untuk meluncurkan promosi
promosi penjualan, seperti kupon hadian dan undian.
2) Bahasa Iklan
Iklan memiliki gaya bahasa tersendiri. Ciri ciri bahasa
iklan, antara lain menggunakan slogan, menggunakan kalimat persuasif, dan
menggunakan subjel orang pertama.
a) Menggunakan slogan
Slogan merupakan susunan kata atau pernyataan yang
menjelaskan sebuah produk secara singkat. Biasanya, slogan terdiri atas empat
sampai lima kata yang sederhana, mudah diingat,, dan menarik sehinggan orang
dapat menangkap pesannya secara langsung dan mudah. Slogan dapat dikatakan
sukses atau berhasil apabila orang yang mendengar slogan tersebut dapat
langsung mengetahui produk yang dimaksud. Contoh slogan dalam iklan adalah
”Semakin di depan”, ”Yang lain semakin ketinggalan”, dan ”Terus terang, terang
terus”.
b) Menggunakan kalimat persuasif
Kalimat persuasif merupakan kalimat yang bermaksud
membujuk dan myakinkan pembaca agar menerima atau melaksanakan gagasan
penyampai iklan. Kaliimat persuasif yang sering digunakan dalam iklan adalah
kalimat yang mengandung kata murah, andal, cepat, terdepan, terbaik, dan
lain sebagainya.
c) Menggunakan subjek orang pertama
Kalimat iklan biasanyamenggunakan subjek orang pertama,
baik tunggal maupun jamak. Contohnya adalah penggunaan kata saya, aku, dan
kami. Adapun kata gantiyang biasa
digunakan untuk menyebut pihak perusahaan atau organisasi adalah kami. Tujuannya
adalah agar teks iklan terlihat didup dan tidak monoton.
3) Jenis iklan
Berdasarkan medianya, jenis iklan dibagi menjadi tiga,
yaitu iklan media cetak, iklan media elektronik, dan iklan media digital. Iklan
media cetak meliputi iklan kolom dan baris dalam koran, brosur, flyer, spanduk,
serta baliho. Berikut adalah penjelasan jenis jenis iklan media cetak.
a) Iklan kolom dan baris dalam koran
- Iklan baris : iklan yang berbentuk baris, menggunakan
kata singkat, terdiri dari 3-6 baris, tidak menggunaka gambar ilustrasi.
-
Iklan
kolom : iklan memasukkan gambar atau ilustrasi yang dapat menarik perhatian
pembaca.
Kedua iklan ini dapat di temukan di koran atau majalah.
b)
Brosur
Brosur adalah
alat promosi yang dicetak pada selebaran kertas, yang biasanya dilipat menjadi
dua atau tiga bagian. Brosur mengandung informasi seputar porduk perusahaan
yang dicetak pada kedua sisi kertas.
c)
Flyer
Sama seperti
brosur namun ukuran flyer kertas lebih kecil dan informasi tentang produk hanya
dicetak pada satu sisi, sisi yang lain dibiarkan kosong.
d)
Spanduk
dan baliho
Dalam kamu
besar bahasa indonesia (KBBI), spanduk didefinisikan sebagai kain rentang
berisi slogan, propanganda, atau berita yang perlu diketahui umum. Dapat
ditemui di tepi jalan. Pada umumnya spanduk cenderung dicetak dalam format
membentang ke samping (landscape), sedangkan baliho cenderung dicetak dalam
format membentang ke bawah.
Untuk iklan media elektronik, jenisnya ada duam yaitu iklan televisi dan
iklan radio. Berikut adalah penjelasan jenis jenis iklan media elektronik.
a)
Iklan
televisi
Iklan televisi
adalah jenis iklan yang disiarkan dalam bentuk audiovisual. Jadi konsumen dapat
mendengar, membaca, sekaligus melihat. Iklan televisi dapat berupa iklan
teks/tulisan, iklan pada waktu pergantian acara, dan iklan partisipasi yang
disisipkan di antara satu atau beberapa acara.
b)
Iklan
radio
Iklan radio
adalan jenis iklan yang disiarkan melalui audio. Iklan radio hanya bisa di
dengar dan barang yang di iklankan tidak bisa dilihat. Iklan radio dapat berupa
spor, ad-lib, dan sponsor program.
Sementara itu, iklan media
digital dapat berupa iklan pada media sosial. Media sosial adalah tempat para
penggunanya dapa dengan mudah berpartisipasi, berbagi, menciptakan konten,
membuat webpage pribadi, dan terhibing untik berbagi infomasi dan berkomuniasi.
Perusahaan dapat memanfaatkan media sosial untuk mempromosikan produk dengan
biaya yang lebih rendah dibandingkan dengan media offline.
Berikut adalah lima media sosial
yang dapat dijadikan medi promosi
a)
Youtube
Youtube adalah
jenis media sosial yang berisikan konten berbentuk video. Youtube untuk
mempromosikan produk dengan cara mengungkapkan karakterisik produk yang
ditawarkan, memantau feedback memberikan layanan pelanggan, dan membantu
pelanggan untuk menyebarkan berita tentang produk.
b)
Facebook
Facebook
merupakan media sosial terbesar di dunia dengan anggota lebih dari 1,4 miliar
dan pendapatan tahinan melebihi $12 miliar. Melalui facebook, perusahaan dapat
membina hubungan dengan pelanggan dan klien bisnis. Selain itu, face book juga
dapat dimanfaatkan sebagai tempat atau media periklanan yang sangat efeketif.
c)
Twitter
Twitter
merupakan salah satu media sosila yang banyak digandrungi masyarakat. Di
twitter, pengguna dapat mem-posting pesan singkat sekaligus menyisipkan gambar.
d)
Instagram
Melalui
instagram, perusahaan dapat memasarkan produk dengan cara mem-posting gambar
yang disertai dengan deskripsinya. Pastikan gambar yang anda unggah jelas dan
menarik. Dengan membuat feed atau beranda instagram yang menarik dan
informatif, calon konsumen akan tertarik untuk mengikuti (follow) akun
perusahaan dan pada akhirnya mereka akan melakukan transaksi pembelian.
e)
WhatsApp
dan Line
Melaui WhatsApp,
perusahaan dapat mempromosikan produk dengan cara mengirimkan broadcast dan
mengunggah foto produk pada fitur WhatsApp status. Sementara Line,
perusahaan dapat memasarkan produk dengan cara mengunggah foto produk beserta
deskripsi lengkapnya pada timeline.
