Perbedaan Promosi Penjualan, Hubungan Masyarakat, dan Personal Selling
a.
Promosi
penjualan (sales promotion)
Promosi penjualan adalah kegiatan perusahaan menjajakan produk yang mereka
jual sehingga dapat menarik perhatian konsumen. Promosi penjualan tidak hanya
ditunjukkan kepada konsumen, tetapi juga penjual perantara supaya mereka
tertarik untuk mejual produk tersebut. Menurut Tjiptono, Chandra, dan Adriana
(2008: 546), promosi penjualan adalah segala bentuk penawaran atau insentif
jangka pendek yang ditujukan bagi pembeli, pengecer atau pedagang grosir, serta
dirangcang untuk memperoleh respons spesifik dan segera.
1) Cara cara melakukan promosi
Promosi
penjualan dapat dilakukan melalui beberapa cara, diantaranya sebagai berikut.
a)
Memberikan
sampel atau contoh produk
Penjual
memberikan sampel atau contoh produk kepada konsumen secara gratis dengan
harapan mereka akan mencoba produk tersebut dan tertarik untuk membeli. Cara ini merupakan salah satu promosi
penjualan yang dianggap paling mahal, tetapi paling efektif.
b)
Pemberian
kupon atau nota
Penjualan
menyarankan kepada pembeli untuk menyimpan dan mengumpulkan nota dan kupon
pembelian dalam periode tertentu, yang nantinya dapat ditukarkan dengan hadiah
tertentu. Penjual menggunakan metode tersebut dengan maksud menarik lebih
banyak pembeli.
c)
Kupon
berhadiah
Cara promosi
dengan menggunakan kupon berhadiah sangat populer dikalangan para penjual atau
produsen. Metode ini pada prinsipnya sama dengan metode kupon atau nota di
muka, tetapi mempunyai variasi yang lain. Cara ini dapat mendorong konsumen
melakukan pembelian lebih banyak lagi.
d)
Mndemonstrasikan
keunggulan produk
Demonstrasi
produk sering di lakukan untuk memperkenalkan produk baru perusahaan. Tujuannya
adalah menarik perhatian konsumen terhadap produk tersebut. Demonstrasi produk
umumnya dilakukan melalui peragaan oleh pihak produsen terhadap pengecer dan
konsumen.
e)
Pemberian
potongan harga atau diskon
Untuk menarik
perhatian konsumn agar melakukan pemblian, biasanya penjual akan memberikan
diskon atau potongan harga produk yang disesuaikan dengan kebijakan perusahaan.
f)
Rabat
Rabat adalah
pengurangan harga noneceran (pembelian harga grosir) uang diberikan kepada konsumen
yang melakukan pembelian dalam jumlah besar.
g)
Waktu
pembelian erbaik
Dalam hal ini, perusahaan menginformasikan kepada konsumen tentang waktu pembelian terbaik. Setelah tenggat waktu tersebut, misalnya, harga akan naik. Contohnya ”Harga akan naik pada 1 Juni 2023”.
Tujuan promosi penjualan
Promosi penjualan dapat dikelompokkan berdasarkan tujuan yang hendak dicapai, yaitu sebagai berikut.
a) Promosi
dagang (trade promotion)
Promosi dagang
adalah promosi yang bertujuan mendorong pedagang grosir, pengecer, eksportir,
dan importir agar memperdagangkan produk sponsor.
b)
Promosi
konsumen (customer promotion)
Promosi konsumen
adalah promosi penjualan bertujuan mendorong konsumen atau pelanggan agar
melakukan pembelian produk. Promosi konsumen dapat dilakuka secara langsung di
pusat pusat perbelanjaan ataupun secara tidak langsung melaui iklan yang ditampulkan di berbagai media.
c) Promosi
armada penjualan (sales force promotion)
Promosi armada
penjualan adalah promosi penjualan yang bertujuan memotivasi armada penjualan
agar lebih giat meningkatkan angka penjualan. Promosi ini biasanya dilakukan
pada bagian internal perusahaan.
d)
Promosi
bisnis (bussiness promotion)
Promosi bisnis
adalah promosi penjualan yang bertujuan memperoleh konsumen, menjual lebih
banyak hubungan dengan konsumen, menjual lebih banyak produk baru, dan mendidik
konsumen.
Berdasarkan uraian tersebut,
terlihat bahwa tujuan umum dari kegiatan promosi penjualan meliputi beberapa
hal sebagai berikut.
a)
Meningkatkan
permintaan dari para konsumen industri atau konsumen akhir.
b)
Meningkatkan
kinerja pemasaran perantara
c)
Mendukung
dan mengoordinasikan kegiatan personal selling dan iklan
b.
Hubungan Masyarakat (Public Relation)
Hubungan masyarakat (public relation) adalah upaya komunikasi menyeluruh
dari suatu perusahaan untuk memengaruhi persepsi, opini, keyakinan, dan sikap
berbagai kelompok terhadap perusahaan. Pengertian kelompok disini adalah siapa
pun yang terlibat, mempunyai kepentingan dan dapat memengaruhi kemampuan
perusahaan mencapai tujuannya. Contohnya adalah karyawan, konsumen, pemegang
saham, pemasok perantara, media massa, dan masyarakat yang tinggal di sekitar
perusahaan. Dalam pelaksanaanya, umumnya perusahaan akan menempatkan petugas
khusu ataupun membentuk departemen dan staf public relation dalam struktur
organisasi.
Kegiatan
public relation meliputi hal hal sebagai berikut
1) Hubungan dengan pers (press relation)
Petugas public
relation suatu Perusahaan harus selalu menjaga hubungan baik dengan pers.
Dengan demikian, pers dapat memberikan informasi atau memuat berita yang
posistif mengei perusahaan dan layak dimuat di media massa.
2) Publisitas produk (product publicity)
Aktivitas
petugas public relation meliput berbagai upaya untuk mempiblikasikan produk
produk perusahaan dan menjaga citra baik perusahaan. Citra baik yang ditampilkan
perusahaan akan mengukuhkan perusahaan dan produk produk yang dihasilkan
sebagai jaminan mutu dan kualitas terbaik.
3) Komunikasi perusahaan (corporate communications)
Komunikasi
perusahaan mencakup komunikasi internal dan eksternal perusahaan, dengan tujuan
mempromosikan pemahaman tentang organisasi.
4) Lobi (lobbying)
Lobi adalah
suatu upaya pendekatan yang dilakukan untuk memengaruhi pihak pihak tertentu
dengan tujuan memenuhi kepentingan tertentu pula. Pada kegiatan ini, petugas
public relation melakukan pendekatan terhadap relasi atau pejabat pemerintah
sehingga perusahaan mendapatkan infomasi informasi penting yang berharg.
5) Konseling (counseling)
Dalam kegiatan
konseling petugas public relation memberi saran dan pendapat kepada manajemen
mengenal masalah masalah yang berkaitan dengan publik. Selain saran dan
pendapat, petugas public relation turut menyampaika informasi mengenai posisi
dan citra perusahaan.
Selain melakukan hubungan dengan masyarakat, public
relation juga diselaraskan dengan situasi pemasaran, seperti membantu
peluncuran produk baru, membangun minat konsumen pada suatu kelompok produk,
mempertahankan produk produk yang bermasalh di kalangan masyarakat, memengaruhi
kelompok kelompok sasaran tertentu, membangun citra perusahaan, dan lain
sebagainya.
c.
Penjualan
perorangan (personal selling)
Penjualan
perorangan (personal selling) adalah kegiatan menjual produk melalui kontak
langsung dengan calon konsumen. Penjualan perorangan (personal selling) uga
dapat dimaknai sebagai penyajian barang secara lisan bertatap muka kepada satu
atau lebih calon pembeli, dengan tujuan agar barang yang ditawarkan dapat
terjual. Personal selling umumnya dilakukan oleh salesman dan salesgirl
perusahaan. Dengan melakukan personal selling, penjual dapat membangun hubungan
atau interaksi yang positif dengan calon konsumennya.
1)
Sifat
persnonal selling
Personal selling
memiliki beberapa sifat, diantaranya sebagai berikut.
a)
Konfrontasi
personal
Personal selling
mencakup hubungan yang hidup serta bersifat langsung dan interaktif di antara
dua orang atau lebih. Setiap pihak dapat melihat reaksi atau respons pihak lain
secara langsung dan segera melakukan penyesuaian.
b)
Pengembangan
Sifat personal
selling memungkinkan berkembangnya hubungan antara pihak penjual dan pembeli,
mulai dari hubungan jual beli hingga suatu hubungan yang lebih akrab.
c)
Tanggapan
Personal selling
membuat calon konsumen seolah olah merasa berkewajiban untuk mendengar,
memperhatikan, dan menanggapi penjelasan penjual terkait produk yang ditawarkan
, dengan demikian, calon konsumen dapat memahami seluk beluk produk yang
ditawarkan sekaligus menciptakan keputusan pembelian.
2)
Bentuk
personal selling
Menurut Saladin
dan Yevis Merti Oesman (2006:195), terdapat tiga bentuk dari
personal selling, yaitu retail selling, field selling, dan executing selling.
a)
Retail
selling, yaitu tenaga penjual melakukan penjualan dengan cara melayani konsumen
yang datang ke toko atau perusahaan.
b)
Field
selling, yaitu tenaga penjual melakukan penjualan di luar Perusahaan, misalnya
dengan mendatangi konsumen ke rumah rumah, perusahaan, kantor kantor, dan lain
lain.
c)
Executive
selling,yaitu pimpinan Perusahaan turu berperan sebagai tenaga penjual yang
melakukan pejualan.
Perusahaan harus menentukan bentuk personal selling yang
paling cocok dan efektif dalam mencapat sasarang. Tidak tertutup kemungkinan
bahwa bentuk bentuk personal selling tersebut digunakan secara bersama sama,
bergantung pada jenis produk yang ditawarkan, pasar yang dituju, dan kemampuan
perusahaan.
3)
Tugas
personal selling
Untuk melakukan
personal selling, perusahaan biasanya menyiapkan beberapa unit petugas (dalam
hal ini salesman dan salesgirl). Kegiatan yang harus dilakukan oleh petugas
personal selling adalah sebagai berikut.
a)
Mengumpulkan
informasi
Saat melakukan
personal selling, seorang petugas biasanya akan sekaligus melakukan riset
pasar. Melalui kegiatan tersebut diperoleh informasi mengenai kondisi pasar
serta kebutuhan dan keinginan calon konsumen.
b)
Berkomunikasi
Seorang petugas
personal selling harus memiliki kemampuan berkomunikasi yang baik dengan para
konsumen dan calon konsumen. Selain bertujuan meningkatkan penjualan produk
yang ditawarkan, kemampuan berkomunikasi yang baik merupakan sarana mendapatkan
informasi berupa saran dan kritik dari konsumen atas produk yang ditawarkan
perusahaan.
c)
Mencari
calon pembeli
Dalam kegiatan
personal selling, seorang petugas harus aktif melakukan pencarian calon
pembeli. Melalui kegiatan inim petugas akan menemukan calon konsumen yang dapat
dijadikan sebagai pelanggan potensial bagi perusahaan.
d)
Melakukan
penjualan
Inti dari
kegiatan personal selling adalah menjual produk secara langsung kepada konsumen
tetap dan calon konsumen dengan cara mendekati konsumen, mempresentasikan dan
mendemonstrasikan produk, serta menjawab kritikan konsumen atas produk yang
ditawarkan perusahaan.
e)
Melakukan
pelayanan
Personal selling
memberikan berbagai jasa pelayanan kepada konsumen, seperti memberikan bantuan
teknis dan melakukan pengiriman. Melalui jasa pelayanan yang prima, loyalitas
konsumen terhadap produk yang di hasilkan perusahaan akan tetap terjaga.
f)
Mengalokasikan
produk
Personal selling
menentukan konsumen mana yang akan lebih dulu memperoleh produk apabila terjadi
kekurangan produk pada produsen. Dengan demikian, alokasi produk akan
berlangsung secara efektif dan efisien.
